"Kolopaking Winisudo" Pukau Pengunjung Anjungan TMII

Posted by Author on in Berita Terbaru 0
1st Image

Kisah Kadipaten Panjer sebagai cikal bakal pemerintaha di Kebumen dipentaskan pada event pentas duta seni Kabupaten Kebumen di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (30/4/2017).

Pentas seni yang dikemas dalam dramatari dengan lakon "Kolopaking Wisudo" dibawakan oleh sejumlah seniman Kebumen dan Sanggar Handayani Dinas Pendidikan Kabupaten Kebumen memukau  penonton yang memenuhi tempat pertunjukan berbentuk pendopo.
  
Sejumlah pejabat Pemkab Kebumen tampak ikut menyaksikan pentas tersebut, seperti Plh Sekda Mahmud Fauzi, Asisten I Sekda Sabar Irianto, Asisten II Sekda Tri Haryono, Asisten III Sekda Widhiatmoko,  Kepala Dinas Pendidikan Kebumen Ahmad Ujang Sugiyono,   Pengurus Ikatan Warga Asli Kabupaten Kebumen (IWAKK) Walet Emas Bambang RIS serta ratusan warga Kebumen di perantauan.

Kisah yang dibawakan secara kolosal itu menceritakan, kisah Panjer dibawah kepemimpinan Ki Kertowongso (Ki Gede Panjer III), yang damai, tenteram, dan masyarakatnya pekerja keras. Disuatu malam bersamaan hujan lebat datanglah Sultan Amangkurat  Raja Mataram kala itu singgah di Panjer. Sultan yang terusir dari keratonnya karena perebutan kekuasaan dalam kondisi sakit parah.

Dalam kondisi sakit Amangkurat sangat haus dan minta air kelapa,  namun karena sudah malam dan hujan lebat, Kertowongso memberikan air kelapa yang sudah tua atau yang disebut kelapa aking. Tanpa disangka Amangkurat yang sedang sakit berangsur pulih dan membaik. Amangkurat akhirnya menganugerahi gelar kepada Ki Kertowongso dengan pangkat Tumenggung Kalapaking I, dan menjabat Adipati Panjer (1677-1710). Tak hanya itu Amangkurat pun menikahkan Kertowongso dengan salah satu putrinya.

Dalam masa pemerintahan Panjer, Tumenggung Kolopaking I digantikan oleh anaknya Kolopaking II (1710-1751), Kolopaking III (1751-1790) dan Kolopaking IV (1790-1833). Tampuk kepemimpinan Panjer periode Kolopaking hanya berlangsung hingga Kolopaking IV karena adanya suksesi kepemimpinan. Antara Kolopaking IV dan Arungbinang IV yang berakhir dengan pembagian wilayah, dimana Kolopaking mendapat bagian Karanganyar dan Banyumas. Sesangkan Arungbinang mendapat wilayah Panjer. Sejak pemerintahan Arungbinang IV inilah Panjer Roma dan Panjer Gunung digabung menjadi satu dengan nama Kebumen.

Pentas kolosal yang melibatkan 60 pemain itu disutradai oleh Ismaun (Kasi Kebudayaan Dinas Pendidikan Kebumen), koreografer BE Susilohadi dan Eko Haryono. Kemudian penata gending Tulasno dan Sodiyo. Pementasan berdurasi lebih dari dua jam itu mendapat apresiasi dari berbagai pihak. "Kami untuk mempersiapkan ini melakukan latihan selama dua bulan," kata sutradara pementasan, Ismaun.

Kepala Dinas Pendidikan Kebumen Ahmad Ujang Sugiyono, mengatakan, pengiriman duta seni dari Kabupaten Kebumen sebagai salah satu upaya melestarikan, mengembangkan dan memperkenalkan kesenian yang ada di Kabupaten Kebumen.
"Harapannya pementasan ini dapat menghibur sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada sejarah asal Kabupaten Kebumen," kata Ahmad Ujang Sugiyono.

Sementara itu Plh Sekda, dalam sambutannya menyampaikan pagelaran pentas seni di taman mini merupakan media bagi para seniman untuk menampilkan kreativitasnya. Masyarakat juga diberi kesempatan untuk menikmati dan memberikan masukan kepada para seniman.

"Dengan demikian kesenian di Kebumen akan eksis dan berkembang ditengah tengah gempuran budaya asing," tegasnya.
Disisi lain, Kabupaten Kebumen memiliki beragam kesenian tradisional. Antara lain lengger lanang, ebleg, angguk, dan jamjaneng. "Kesemuanya itu merupakan kekayaan dan kearifan lokal yang layak untuk dinikmati," ujarnya.

Selain itu, Kabupaten Kebumen juga memiliki obyek wisata yang menarik dan menjadi andalan. Masing-masing mempunyai keunikan. Antara lain Goa Jatijajar, Goa Petruk, Benteng Van Der Wijk, Pantai Suwuk, Pantai Menganti, Pantai Karangbolong, Pantai Logending, Pantai Petanahan.  Ada pemandian air panas Krakal, serta masih banyak lagi obyek-obyek wisata yang lainnya. Selain itu juga terdapat sarang burung lawet alami, yaitu di Goa Karangbolong, Goa Pasir dan Gua Karangduwur.  Juga  terdapat pula wisata kuliner khas Kebumen. Diantaranya, Sate Ambal, Lanthing, Nasi Penggel dan masih banyak lagi. "Silakan berkunjung ke Kabupaten Kebumen. Nikmati keindahan alam, seni dan budaya, kuliner yang lezat  serta lainnya yang menawan hati. Berwisata di  Kebumen, setara dan serasa di Bali," ajak Mahmud Fauzi, saat membuka pentas seni tersebut.(ori)

Security Code Masukan hasil perhitungan dibawah:
9 + 2 =