Tekan kebocoran, Obwis Goa Jatijajar terapkan e-Ticketing

Posted by Author on in Berita Terbaru 0
1st Image

KBRN, Kebumen : Obyek wisata Goa Jatijajar, Kecamatan Ayah mulai menerapkan e-ticketing atau electronik. Tujuannya untuk mendokumentasikan proses penjualan karcis obyek wisata, dimana semua informasi mengenai electronik ticketing disimpan secara digital dalam sistem komputer.

"Sistem e-ticketing dalam pengelolaan penjualan tiket masuk, diharapkan  selain  bisa  menutup kebocoran juga akan  mempercepat pelayanan," kata Sekda kebumen H Adi pandoyo, SH, M.Si  melaunching  e-ticketing Obyek wisata  Jatijajar, Kamis (4/6/2015).

Bupati Kebumen dalam sambutanya, dibacakan Sekda  Kebumen Adi Pandoyo mengapresiasi  strategi  e-ticketing, sebagai  langkah maju dalam pengelolaan kepariwisataan di Kabupaten kebumen.  

Bupati berharap penerapan sistem tersebut  bisa memberi manfaat besar terhadap sektor pariwisata di Kebumen, utamanya pada peningkatan kualitas pelayanan bagi pengunjung obyek wisata.

Pariwisata kini telah menjadi kebutuhan dasar kehidupan masyarakat modern, kebutuhan dan bukan lagi keinginan, sehingga perlu dipenuhi.  Sektor wisata juga menjadi andalan pendapatan daerah, diperlukan  pembenahan  secara-terus menerus.

 Baik pengembangan infra struktur, sarana prasarana dan fasilitas, serta daya tarik destinasi untuk meningkatkan daya jual dan daya saing.

Keunggulan Aplikasi e-ticketing atau digitalisasi tiket antara lain bisa dilakukan cek secara berkala dan real time, baik untuk keseluruhan obyek wisata atau salah satu obyek wisata serta  bisa difilter berdasarkan tanggal, bulan dan tahun.  

Dalam aplikasi tersebut, laporan keuangan juga dapat terbentuk dengan cepat dan akurat,  pengecekan secara on-line dan bisa  dilihat statistik pengunjung obyek wisata.

E-ticketing suatu cara untuk mendokumentasikan proses penjualan karcis obyek wisata, dimana semua informasi mengenai electronik ticketing disimpan secara digital dalam sistem komputer. Sebagai bukti pengeluaran e-ticketing maka wisatawan akan diberikan Rekapan, yang berfungsi sebagai alat atau karcis tanda masuk obyek wisata.

Data  Dinas Parbud  Kabupaten Kebumen menunjukan,  kontribusi pendapatan seluruh obyek wisata tahun 2014 terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp.5.067.553.875,-.  

Jumlah tersebut  berasal  dari sembilan obyek wisata yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Kebumen. Dari 9 obwis tersebut,  obyek wisata Goa Jatijajar memberikan kontribusi  terbanyak terhadap PAD, dimana untuk tahun 2014 realisasi pendapatannya sebesar Rp2.146.212.800,-.

Dari pendapatan sebesar itu, hasil penjualan tiket masuk merupakan komponen pendapatan yang paling besar. Padahal, sistem pengelolaan penjualan tiket masuk di Goa Jatijajar hingga saat ini masih menggunakan cara konvensional atau manual, dengan sistem karcis yang disinyalir rawan kebocoran, terjadi pemborosan, lambatnya pelayanan, serta kurang akuntabel. (spj/WDA)

Security Code Masukan hasil perhitungan dibawah:
1 + 9 =